RSS

Arsip Tag: arti lagu dondong opo salak

Pancasila ada di lagu “dondong opo salak”

Bulan ini, aku melihat banyak gambar Bung Karno di pinggir jalan. Bulan Bung Karno. Begitu tulisannya, pikirku pasti karena Bung Karno lahir pada tanggal 6 Juni. Bisa juga karena Bung Karno menjadi salah satu “pelahir” PANCASILA pada 1 Juni. Saat ini aku cuma pengen share penghayatanku atas hari pancasila di Juni ini.

Awalnya dari ikut Dialog Peningkatan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yang diselenggarakan oleh Kesbanglinmas Prov. DIY di Hotel Cokro Kembang tanggal 7 JuniĀ  2012 (Asyik.. dapat uang transport). Terus terang, aku tertarik dengan pemaparan dari Mas Diasma Sandi Swandaru tentang aktulisasi Pancasila sebagai Pondasi bla..bla..bla… yang ternyata penyampaiannya memberikan perspektif baru buatku. Bukan karena materinya, tetapi justru karena diawal Mas Diasma ini menjelaskan kondisi kekinian Indonesia yang mulai menomorsekiankan Pancasila melalui suatu lagu.

Judul lagu itu “Dondong opo Salak”

Dondong opo Salak

Dondong dipilih karena dari luar terlihat mulus tetapi ternyata inti/biji di dalamnya tidak halus, malah cenderung berserabut kasar. Artinya ideologi luar atau sekarang modernisasi terlihat manis/mulus tapi sebenarnya inti dan semakin kedalam akan merusak. Dari pohonnya juga bisa dimaknai walaupun pohonnya besar, tapi buahnya rasanya dangcut dangnis, kadang kecut,kadang manis.

Salak mengumpamakan sebuah buah yang kasar di luar tetapi manis/ mulus di dalam. Artinya,di dunia ini ada juga ide yang terlihat kuno dan konservatifi bahkan kasar dan menyakiti seperti kulit salak jika dipaksakan tetapi sebenarnya inti dan hasilnya akan baik jika dihayati dan diterapkan dalam kehidupan. Pohon salak sendiri, kecil, umur pendek dan ketika mau mengambil buahnya kadang kita harus terluka juga.

Duku cilik-cilik

Akhirnya bukan dondong maupun salak yang dipilih, tetapi duku yang kecil-kecil. Duku cilik-cilik melambangkan Pancasila. Duku, buah yang mulus kulitnya, manis buahnya, kecil dan tidak menyakitkan bijinya.Sama halnya dengan Pancasila. Pancasila itu berasal dari bangsa ini. Diambil dari sari-sari budaya yang di rangkai menjadi 5 sila, kulit mulus, tidak menyakitkan, dalamnya manis yang artinya kalau diterapkan akan baik jadinya. Pohon duku kuat dan besar, termasuk tanaman tahunan juga. Biarpun buahnya kecil-kecil,biasanya karena manisnya, orang tetap akan mencari.

Ngandong opo Mbecak

Ngandong, dalam Bahasa Indonesia adalah Naik Andong. Perumpamaan ini adalah perumpamaan tentang ekonomi Bangsa Indonesia. Ngandong melambangkan berjalan atau membangun bangsa dengan cepat (sampai tujuan) tetapi dengan menyakiti salah satu komponennya (disini kuda). Tempat duduk juga terbatas. Memperkosa kuda2 untuk menarik kereta untuk mendapatkan uang.

Mbecak juga sama. Lebih lambat memang, tapi untuk sampai tujuan juga mengandalkan kemampuan dari pengayuhnya. Kapasitas jauh lebih sedikit.

Mlaku timik-timik

Mlaku timik2 = berjalan pelan-pelan. Berjalan itu menggunakan kaki sendiri. Semua orang punya, semua orang bisa. Tanpa harus membatasi pada tempat (seperti becak atau andong), semua orang mempunyai kesempatan yang sama. Membangun Indonesia dengan ekonomi kerakyatan. Berjalan sesuai kemampuan bangsa. Membangun bangsa dengan kekuatan sendiri, ekonomi mandiri. Bersama-sama maju. Biarpun pelan, tanpa harus bergantung pada kuda maupun oranglain sebagai pengayuh.

Semoga Ruh Pancasila bisa kembali dalam setiap ucap dan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemimpin-pemimpin kita.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 12, 2012 in Uncategorized

 

Tag: , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.